googlebd0982ee29f775e6.html

Kasus Freeport Riza Chalid Mengungkap Fakta Kejahatan Jusuf Kalla

Tulisan sdr Endang S Wijaya dibawah ini, sungguh sangat menarik, sehingga Rumah Politik Agung Mozin merasa perlu untuk menyebar kannya......
Saham CEMEX dan Saham Freeport (Pelakunya Sama)

Oleh: Endang S Wijaya*

Saya bekerja di BUMN waktu itu. dan saya terlibat menangani huru hara perihal tuntutan pekerja PT. Semen Gresik agar pemerintah mengambil alih saham CEMEX yang mau dilepas. 

Hal ini juga datang dari perasaan nasionalisme bahwa sebaiknya saham "blue-chip " ini dikuasai pemerintah. Maka dengan tangkas menteri BUMN waktu itu bapak Soegiharto mengumpulkan kami dan menyampaikan bahwa presiden SBY setuju agar saham CEMEX diambil alih oleh Dana Pensiun BUMN.

Tentu ini kabar gembira dan kami bekerja siang malam untuk mempersiapkan bagaimana skema pengambil alihan tersebut.

Tetapi, santer terdengar bahwa orang nomor dua waktu itu tidak setuju dengan memberikan itu kepada Dana Pensiun BUMN. Alasannya adalah karena itu sulit dan beresiko. Tetapi, bapak menteri tetap kukuh bahwa tidak ada masalah.

Memang menteri BUMN waktu itu adalah seorang financial engineer yg sangat mahir sehingga mengatur skenario keuangan bagi Dana pensiun yang terkenal investasinya kurang lincah pun dapat dilaksanakan.

Sampai akhir cerita presiden SBY dapat diyakini dan kami telah mempersiapkan sebuah konsorsium yang sangat kredibel. Tapi tekanan sang orang kedua makin keras. Sampai pak menteri merasa bahwa kelakuan beliau sudah keterlaluan. Akhir yang membuat Meneg BUMN kaget adalah karena presiden pun akhirnya berbalik dan pak menteri dipaksa menyerahkan urusan saham CEMEX ini kepada orang nomor dua.

Dan kita tahu sampai sekarang bahwa akhirnya PT. Semen Gresik memang dimiliki oleh Indonesia tetapi Bukan BUMN melainkan grup Rajawali di bawah kendali Peter Sondakh.

Tak lama setelah itu meneg BUMN dipecat dan dia sadar betul bahwa dia dipecat gara-gara saham CEMEX. Presiden dan Wapres bersatu menyingkirkannya. Meski ada perasaan berat di wajah SBY.


SAHAM FREEPORT

Perlu kita ketahui bahwa orang yang sama kini berkuasa lagi. Tentu dengan kemampuan dan kelihaian yang lebih tinggi. Bapak tua ini adalah pengusaha besar dan beliau sangat mahir menguasai saham orang dan liku bisnis turun temurun.

Keluarganya besar dan kini saudara dan anak keponakannya menguasai banyak bisnis setelah berkuasa kembali. Mereka bergerak di listrik, jalan tol, pelabuhan, kapal, transportasi, tambang, semen, dan banyak lagi.

Di depan mata mereka sekarang ada kue besar. Namanya saham freeport.
Ada 30% yang harus didivestasikan untuk pihak Indonesia. Ini mirip divestasi saham CEMEX.
Sedikit berbeda tetapi saham freeport tentu lebih luar biasa. tiap % saham Freeport bisa berharga milyar dolar. Dengan menggunakan logika yang sama. tentu pak tua yg berada di samping presiden muda yang belum paham apa-apa melihat peluang besar yang kasat mata.

Konon pak tua sudah mengatur pertemuan yang intensif dengan pihak freeport mcmoran. Pak tua punya keponakan anak muda yang gagah mantan ketua umum HIPMI inilah yang saban hari ketemu Jim Bob sang pemilik saham.

Dan atas jasa mereka menteri SS telah memberikan jaminan perpanjangan bahkan juga memberikan ijin untuk mengekspor konsentrat meskipun itu melanggar UU Minerba.

Jaminan Menteri ESDM belum disadari oleh Jokowi tetapi juga mungkin sudah. Jangan lupa bahwa masa kontrak Freeport berakhir 2021 sementara Jokowi-JK akan berakhir 2019. Apa motif pemberian jaminan kepada Freeport selain bahwa tentu mereka ingin mendapatkan jaminan berkuasa periode kedua.

Operator pak tua yang berinisial SW dengan Grup Gemala milik keluarganya telah melakukan Lobby sangat jauh untuk memastikan bahwa AS akan tetap mendukung pasangan ini sampai 2024. Tetapi Jokowi tentu dapat asapnya saja. Adapun dagingnya akan dinikmati oleh pak tua dan para taipan di belakangnya.

Adik SW bernama EW beberapa waktu yang lalu mendatangkan sekelompok anggota senat dari kubu Republik yang kita jangan lupa bahwa Freeport adalah bisnis kubu Republik di Amerika Serikat. Kubu ini sekarang berpeluang menang setelah 2 periode demokrat menjadi presiden.

Jokowi pengusaha mebel kelas kecil tapi pak tua adalah konglomerat yang mengendalikan perekonomian negara. Sekarang, mereka juga sedang merancang kembalinya uang2 haram jaringan mereka dari luar.

Jokowi didesak menyetujui RUU pengampunan pajak (tax amnesty). Semua ini permainan kubu pak tua. Pak tua juga ngotot agar KPK dilemahkan supaya kegiatan mereka yg sangat luar biasa tidak tersentuh.

Jadi, jangan mau ditipu oleh kasus ‪#‎PapaMintaSaham‬ karena itu omong kosong. Kasus yang sebenarnya adalah gurita pak tua yang semakin merajalela. Hampir semua bisnis besar di bawah APBN dan non APBN di bawah Jokowi dimakan grup pak tua dan yg mengganggu akan dimasukkan penjara.

Kalau pak tua sudah bersekutu dengan si-brewok gila dan didukung oleh Jaksa Agung dan Grup Media mereka maka tunggulah bahwa bangsa ini akan dimiliki oleh mereka semua. Dan rakyat disuguhi drama yang tidak berguna.

*Pernah bekerja di BUMN dan sekarang bekerja di Dana Pensiun Swasta.


(tulisan tsb di kompa[truncated by WhatsApp]

Sumber: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar